Laser ultraviolet bekerja melalui reaksi fotokimia yang memutus ikatan molekuler material secara langsung, cara kerja yang secara fundamental berbeda dari laser Ytterbium fiber maupun CO2 yang menggunakan efek termal untuk mengikis material. Perbedaan ini berarti UV laser memungkinkan marking pada material dan permukaan yang sebelumnya tidak bisa dikerjakan dengan laser konvensional, dengan hasil yang jauh lebih bersih. Sistem baru kami membuka peluang bagi Anda untuk mengeksplorasi lebih jauh keunggulan teknologi laser.
Mengapa UV berbeda secara fundamental
Laser Ytterbium fiber bekerja pada panjang gelombang 1064nm, inframerah jauh yang tidak terlihat mata. Laser CO2 bekerja pada 10.600nm, inframerah sangat jauh. Keduanya menghasilkan panas yang mengikis material melalui vaporisasi. Laser UV bekerja pada 355nm, mendekati spektrum cahaya tampak di perbatasan ungu. Pada panjang gelombang ini, setiap foton membawa energi yang cukup untuk memutus ikatan kimia molekuler secara langsung, tanpa perlu memanaskan material terlebih dahulu. Proses ini disebut ablasi fotokimia, dan konsekuensinya terhadap material sangat berbeda dari ablasi termal.
Pada laser termal, panas merambat ke area sekitar titik marking. Zona yang terdampak panas ini, heat affected zone atau HAZ, bisa menyebabkan retakan mikro pada kaca, perubahan warna pada plastik, deformasi pada material tipis, dan kontaminasi pada komponen elektronik sensitif. UV tidak meninggalkan HAZ yang berarti. Energi dilepaskan tepat di titik interaksi, dan berhenti di sana.
Apa artinya untuk aplikasi nyata
Ablasi fotokimia memperluas jangkauan material yang bisa dikerjakan secara signifikan:
- Kaca, termasuk kaca optik dan kaca layar, bisa ditandai tanpa retakan mikro
- Plastik transparan seperti polycarbonate dan acrylic bisa ditandai tanpa perubahan warna atau deformasi tepi
- Keramik dan material komposit bisa ditandai dengan resolusi tinggi
- PCB dan komponen elektronik sensitif bisa ditandai tanpa risiko kerusakan termal pada komponen di sekitar area marking
Selain kompatibilitas material, UV menghasilkan spot yang lebih kecil pada focal length yang sama dibanding laser IR, karena spot size berbanding lurus dengan panjang gelombang. Spot yang lebih kecil berarti detail yang lebih halus: teks kecil, kode QR berukuran mini, nomor seri pada komponen kecil, dan branding pada permukaan melengkung tetap terbaca dengan jelas.
Sistem yang kami gunakan
Fotonix kini dilengkapi dengan sistem UV laser marking berbasis GZTECH S-10-355-N1F dengan scanhead Feeltek Lite 10. Berikut spesifikasi utama yang relevan untuk aplikasi marking.
Sumber laser GZTECH S-10-355 menghasilkan output lebih dari 10W pada frekuensi 60kHz, dengan kualitas berkas M² kurang dari 1,3, mendekati batas difraksi teoretis. Pulse width kurang dari 14ns pada 60kHz memastikan interaksi yang sangat singkat dengan material, meminimalkan transfer panas. Stabilitas output kurang dari 3% RMS dan kebulatan spot lebih dari 90% berarti setiap pulsa dalam satu sesi produksi konsisten dengan pulsa sebelumnya. Rentang frekuensi 50 hingga 200kHz memberi kami fleksibilitas untuk menyesuaikan parameter dengan material yang berbeda, bukan satu pengaturan tetap untuk semua pekerjaan. Sistem siap beroperasi dalam kurang dari 10 menit setelah dinyalakan.
Scanhead Feeltek Lite 10 adalah unit defleksi 2-axis dengan aperture 10mm, kompatibel dengan panjang gelombang 355nm, repeatability 8μrad, dan tracking error kurang dari 0,12μs. Kecepatan marking tipikal mencapai 7m/s dengan kecepatan positioning 20m/s, memastikan throughput produksi yang memadai tanpa mengorbankan presisi.
Implikasi 10W dengan scanhead presisi tinggi
Bagi yang super penasaran, kualitas hasil marking ditentukan oleh kombinasi kualitas berkas, stabilitas output, dan presisi scanhead. Berkas dengan M² kurang dari 1,3 yang dilewatkan melalui Lite 10 menghasilkan spot yang bersih dan konsisten pada setiap titik di area marking, bukan hanya di tengah field. Stabilitas output kurang dari 3% RMS berarti intensitas tiap pulsa tidak berfluktuasi signifikan sepanjang sesi. Hasilnya adalah marking yang seragam dari komponen pertama hingga komponen terakhir dalam satu batch produksi.
Power 10W dengan frekuensi hingga 200kHz, sistem ini memiliki throughput yang cukup untuk kebutuhan produksi menengah. Untuk aplikasi yang membutuhkan detail tinggi pada volume produksi nyata, kombinasi ini adalah titik keseimbangan yang tepat antara presisi dan produktivitas.
Mulai dengan trial
Kompatibilitas UV laser dengan material Anda adalah sesuatu yang harus diverifikasi secara aktual, bukan diasumsikan dari spesifikasi. Kami membuka kesempatan trial untuk Anda membawa material atau komponen yang ingin ditandai, dan kami kerjakan bersama untuk menemukan parameter yang tepat. Hubungi Fotonix untuk menjadwalkan trial, dan mulai dari kondisi aktual material Anda.

